46 Siswa SMPN 2 Pandan Nauli Masuk Sekolah Unggulan |
![]() |
![]() |
| Selasa, 30 Juni 2009 | |
|
TAPTENG-METRO; Sebanyak 46 siswa SMP Negeri 2 Pandan Nauli Tapanuli Tengah (Tapteng) masuk sekolah unggulan. Di antaranya, 41 siswa masuk ke SMAN 1 Matauli Pandan dengan perincian 2 unggulan A, 3 unggulan B dan 36 unggulan C. Kemudian, 1 siswa masuk SMAN 1 Bogor Jawa Barat, 1 ke SMK Telkom Medan dan 3 siswa ke SMA Soposurung Balige. Demikian dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Pandan Nauli, Muhammad Ali SPd pada acara pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pandan Nauli, Sabtu (27/6) kemarin. Lebih lanjut, ia memaparkan, dari jumlah 89 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di sekolah tersebut dinyatakan lulus 100 persen. Dengan nilai ujian rata-rata 33,33 untuk 4 mata pelajaran. Jumlah nilai tertinggi 36,95 diraih oleh Yunita Sari dan nilai terendan dengan jumlah 27,30. Dalam laporannya Muhammad Ali menyampaikan ucapan terima kasih kepada Depdiknas, Pemerintah Kabupaten Tapteng melalui Dinas Pendidikan, orang tua dan masyarakat yang tergabung dalam Komite Sekolah. Serta semua pihak yang telah membantu sekolah dalam melengkapi sarana prasarana, antara lain, pembangunan laboratorium IPA, ruang kelas baru, mobiler kelas serta peralatan pendukung lainnya. Pelepasan siswa SMP Negeri 2 Pandan Nauli dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Tapteng diwakili Kabid SLTP/SM Drs Klose Harahap. Di mana dalam sambutannya ia mengatakan, prestasi yang diraih oleh siswa SMPN 2 merupakan informasi yang sangat menggembirakan. Karena, para alumni berhasil masuk ke sekolah-sekolah unggulan dan bersaing dengan SMP lain di Sumatera Utara khususnya. Bahkan dalam olimpiade sains pun 5 siswa lulus passing grade provinsi. Keberhasilan siswa di sekolah tersebut, katanya, karena siswa dididik disiplin, memiliki kepribadian yang bagus dan guru-gurunya mengajar dengan kesabaran dan ketekunan. “Di samping diajarkan kemampuan akademik juga diajarkan kretivitas seni dan keagamaan. Sehingga terdapat keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan,” ujar Klosse Harahap. Senada dikatakan Ketua Komite Sekolah, Drs Rudolf Sihotang MSi. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan pesan kepada seluruh orang tua siswa. Yang mana keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan orang tua baik materi, doa dan pemikiran kepada sekolah serta anak didik. Sementara, kepada siswa yang dilepas diharapkan sebagai alumni SMPN 2 Pandan Nauli terbaik yang dapat menjaga nama baik sekolah tersebut. Selain itu, diharapkan mampu melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi serta mempertahankan prestasi. Sehingga para siswa dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang mampu menjadi pelopor dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya membagun daerah Tapteng. Lebih lanjut Rudolf Sihotang mengatakan, untuk memajukan sekolah tersebut, pihaknya akan berusaha membantu program sekolah dalam melengkapi sarana penunjang kreativitas siswa. Seperti, membentuk panitia pencari dana untuk pengadaan alat marching band. Menanggapi SMS yang dikirim salahsatu masyarakat ke Harian Metro Tapanuli yang isinya ’SMPN 2 Pandan Nauli sebagai sekolah negeri banyak kutipan’ dibantahnya. “Itu tidak benar, karena anak saya sudah 4 orang tamat dari sekolah ini dan belum pernah membayar uang sekolah maupun kutipan. Yang ada hanyalah sumbangan sukarela untuk membantu program sekolah. Seperti, pembuatan lapangan olah raga, pembelian keramik lantai perpustakaan, pembelian alat musik, AC lab komputer dll. Itupun dikelola komite sekolah sesuai kemampuan orang tua. Bahkan, bagi yang kurang mampu tidak diwajibkan,” tegas Rudolf Sihotang. Kegiatan yang dihadiri siswa kelas IX juga seluruh orang tua siswa kelas VII, VIII dan IX, undangan dan Ketua Komite Sekolah, Drs Rudolf Sihotang MSi berlangsung sukses. Usai acara pelepasan, para undangan dihibur oleh group musik Pandan Nauli Band, Tarian Tradisional dan hiburan lainnya. Selanjutnya penyerahan cenderamata dari orang tua kepada guru. (rel) |

